
Ilustrasi AI
Standar Akuntansi
Contoh Laporan Keuangan Sederhana Sesuai SAK EMKM
SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia agar pelaku usaha kecil punya acuan pelaporan yang jauh lebih sederhana dibanding standar akuntansi untuk perusahaan besar, tanpa mengorbankan hal-hal penting yang dibutuhkan pihak ketiga seperti bank saat menilai kelayakan usaha.
Berbeda dengan standar yang lebih kompleks seperti SAK ETAP atau PSAK penuh, SAK EMKM hanya mewajibkan tiga komponen laporan keuangan inti. Artikel ini membahas ketiganya satu per satu, lengkap dengan contoh angka dari sebuah usaha dagang kecil, sehingga Anda punya gambaran konkret — bukan sekadar definisi di atas kertas.
Kenapa SAK EMKM ada, dan siapa yang cocok memakainya
Sebelum SAK EMKM terbit, banyak usaha kecil kesulitan menyusun laporan keuangan karena standar yang tersedia dirancang untuk entitas dengan kompleksitas transaksi yang jauh lebih tinggi. SAK EMKM hadir sebagai jembatan: cukup sederhana untuk dikerjakan usaha mikro dan kecil, tapi cukup terstruktur agar bank, koperasi, atau calon mitra bisnis bisa mempercayai angkanya.
Standar ini umumnya cocok untuk usaha yang belum memiliki akuntabilitas publik signifikan — misalnya belum menerbitkan saham ke publik atau belum diwajibkan memakai standar yang lebih kompleks oleh regulator sektor tertentu.
Dibandingkan SAK ETAP yang masih mengadopsi banyak konsep dari standar akuntansi penuh (misalnya perlakuan pajak tangguhan atau instrumen keuangan kompleks), SAK EMKM sengaja memangkas hal-hal yang jarang relevan bagi usaha mikro-kecil, sehingga pemilik usaha yang tidak berlatar belakang akuntansi pun bisa memahami dan bahkan menyusun laporannya sendiri dengan bimbingan yang tepat.

